HARDCLUSTER VS KODE POS

Posted: 10 Agustus 2011 in Uncategorized

Sistem pengisian pulsa elektrik dengan menggunakan sistem hard cluster berbasis BTS  yang diterapkan oleh sebagian provider telekomunikasi di Indonesia, mengakibatkan goncangan luar biasa serta pro kontra di dalam lingkungan bisnis server pulsa.

Hard Cluster berbasis BTS sebenarnya adalah tahapan lebih lanjut dari clusterisasi yang sudah dilakukan sekarang. Pemberlakuan kebijakan dimana chip yang melakukan pengisian (A number) harus diposisi cluster yang sama dengan yang diisi (B number). Teknik yang digunakan sampai tahap ini adalah pembacaan BTS B number pada saat dilakukan pengisian, jadi bukan membaca HLR lagi. tetapi lebih kepada posisi dimana nomor tersebut berada.

Kebijakan ini membuat pengusaha server pulsa kesulitan untuk mengendalikan transaksi penjualannya supaya tidak keluar/outer dari cluster yang telah ditentukan. Hal ini disebabkan lokasi konsumen/agen dari server pulsa ada yang terletak di luar cluster area, yang sebelumnya bisa diblok oleh sistem HLR sekarang sudah tidak bisa lagi karena sistem yang digunakan oleh provider berdasarkan BTS.

Hard Cluster berbasis BTS bisa diidentikkan dengan clusterisasi per kecamatan karena hampir di setiap kecamatan telah dibangun BTS. Disinilah muncul sebuah pertanyaan “Mungkinkah server pulsa dapat melakukan clusterisasi di setiap kecamatan tanpa menggunakan/melalui BTS provider???”

Secara logika bisa dilakukan meskipun tidak 100% bisa blok transaksi agar tidak keluar cluster namun bisa meminimalkan transaksi outer. Logikanya adalah sebuah BTS didirikan di setiap kecamatan…sedangkan setiap kecamatan memiliki sebuah kode pos yang berbeda-beda… nah dari sinilah muncul secercah harapan dari server pulsa yaitu dengan memanfaatkan kode pos tersebut untuk mengimbangi sistem hard cluster berbasis BTS. Meskipun cara ini agak sulit dan ribet karena server pulsa harus mendata kode pos para agen/reseller, serta mengumpulkan database kode pos seluruh propinsi di indonesia per kecamatan yang jumlahnya mungkin sudah puluhan ribu jika server tersebut server tingkat nasional.

Di sisi developer softwere pulsa, diharapkan mampu membuat agar softwere tersebut kompitable terhadap hard cluster berbasis BTS serta memberikan fasilitas tambahan dengan sistem cluster/filter berdasarkan kode pos tersebut dengan pengoperasian yang tidak terlalu membingungkan bagi pengusaha server pulsa. 🙂

Komentar ditutup.